Kejujuran Menghadirkan Ketenangan



Oleh Sri Purwanti, Amd.K.L.
(Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu)


RuangInspirasiBunda.Com--Jujur merupakan sebuah ungkapan yang hampir setiap kita dengar karena kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari baik itu menyangkut akidah, akhlak ataupun muamalah (jual beli, dll).

Jujur bermakna keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Kejujuran itu bisa ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. 

Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka.
Rasulullah saw. pun bersabda yang
artinya: "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." (HR Bukhari).

Orang yang jujur akan selalu berkata benar dan bertindak sesuai dengan yang dipikirkan.
Berteman dengan orang jujur cenderung menyenangkan dan menentramkan karena tidak menimbulkan rasa khawatir. 

Kejujuran bisa dilihat dari beberapa hal. Pertama jujur dalam niat dan keinginan. Ini akan kembali kepada keikhlasan. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta. 

Kedua jujur dalam ucapan. Seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.

Ketiga jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin. 

Jujur adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakal. Perkara-perkara ini mempunyai landasan yang kuat, dan akan tampak kalau dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau seseorang menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan dikatakan orang ini adalah benar dan jujur, sebagaimana firman Allah,“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. al-Hujurat: 15)

Realisasi perkara ini membutuhkan kerja keras. Tidak mungkin seseorang manggapai kedudukan ini hingga dia memahami hakikatnya secara sempurna. Setiap kedudukan (kondisi) mempunyai keadaannya sendiri-sendiri. Ada kalanya lemah, ada kalanya pula menjadi kuat. Pada waktu kuat, maka dikatakan sebagai seorang yang jujur, dan jujur pada setiap kedudukan (kondisi) sangatlah berat. 

 Salah satu tanda kejujuran adalah menyembunyikan ketaatan dan kesusahan, dan tidak senang orang lain mengetahuinya
Jika kita terbiasa jujur maka akan menumbuhkan sikap saling percaya, peduli, dan menghargai. Sehingga hidup selalu terasa damai dan tentram. Berkata jujur akan menyelamatkan meskipun kadang tampak merisaukan.


Wallahu a'lam bishawab


Posting Komentar

0 Komentar