Cinta Literasi, Stop Plagiasi



Oleh Sri Purwanti, A. Md. K. L. 
(Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu) 

RuangInspirasiBunda.Com--Berbicara tentang literasi tentu tidak terlepas dari aktivitas menulis. Karena salah satu manfaat literasi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna. Namun kadang-kadang kita tanpa disadari kita terjebak dalam praktik plagiat. 

Plagiarisme merupakan tindakan pengambilan hasil karya orang lain baik sebagian maupun keseluruhan tanpa mencantumkan sumbernya. Tindakan ini selain dilarang oleh hukum negara juga dilarang dalam hukum agama. Pelanggaran syariat yang terjadi pada plagiarisme, karena terdapat adanya unsur kebohongan dengan pengakuan bahwa harta tersebut adalah miliknya. Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar, Rasulullah saw. bersabda:

الْÙ…ُتَØ´َبِّعُ بِÙ…َا Ù„َÙ…ْ ÙŠُعْØ·َ، ÙƒَÙ„َابِسِ Ø«َÙˆْبَÙŠْ زُورٍ
Artinya: "Orang-orang yang mengaku memiliki sesuatu padahal ia tidak memilikinya bagaikan orang yang memakai dua pakaian dusta (HR. Muslim Juz 3 No. 127)

Dari hadis di atas ditegaskan bahwa tindakan plagiat dilarang dengan tegas. Oleh karena itu sebagai seorang Muslim kita harus menghindarinya. 

Lalu apa yang harus dilakukan supaya tidak terjebak ke dalam praktik plagiasi? 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama tanamkan keyakinan dalam diri bahwa plagiat adalah perbuatan tercela yang dilarang oleh agama dan hukum negara. Sanksinya pun tidak ringan bisa denda bahkan kurungan penjara. 

Kedua terus semangat untuk menuntut ilmu. Praktik plagiasi seringkali terjadi karena seseorang tidak percaya dengan karya sendiri, hal ini disebabkan karena kurangnya ilmu dalam proses menulis sebuah karya. 

Ketiga menanamkan pemahaman bahwa plagiat adalah ketidakjujuran intelektual. Hal ini akan menyebabkan hidup tidak tentang, karena pelaku plagiat akan dihantui ketakutan jika aksinya terbongkar. 


Walallahu a'lam bishawab




Posting Komentar

0 Komentar