Bolehkah Berdiam Diri Ketika Menghadapi Kezaliman?



Oleh Sri Purwanti, A.Md.K.L
(Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu)

RuangInspirasiBunda.Com--Kadang sebagian orang salah kaprah dalam memaknai kata sabar. Ada yang beranggapan, tidak membalas, ikhlas ketika dizalimi adalah salah satu perwujudan dari sikap sabar. Lantas benarkah demikian?

Sebelum kita mengklaim sepihak tentang makna sabar, tentu kita harus menelaah lebih dalam. Benarkah sikap tersebut bentuk dari kesabaran atau justru bentuk kelemahan. Rasulullah saw. bersabda: " Tidak, demi Allah, kalian harus membelokkan mereka (dari kezaliman) menuju kebenaran, dan kalian harus menahan mereka dalam kebaikan atau Allah akan mengunci hati sebagian dari kalian disebabkan oleh sebagian yang lainnya dan Allah akan melaknat kalian sebagaimana telah melaknat Bani Israil."

Dari hadis di atas jelas bahwasanya berdiam diri ketika dizalimi atau melihat kezaliman merupakan bentuk kelemahan bukan kesabaran.

Kesabaran yang sesungguhnya adalah ketika berani melawan kezaliman, tidak lemah meskipun menghadapi penindasan di jalan Allah. Sebagaimana firman-Nya: " Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka akan membela diri."( TQS Ast Syuura: 39)

Bahkan Allah membolehkan hamba-Nya membela diri ketika sedang terzalimi. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:" Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri setelah teraniaya, tidak satu dosa pun terhadap mereka."

Islam telah memberikan motivasi kepada umatnya agar menentang segala bentuk kezaliman dengan cara menasihati, dan membersihkan petunjuknya.

Sebagai seorang Muslim tentu kita berharap bisa menjadi sosok Muslim yang tangguh dan kuat. Maka ketika menghadapi kezaliman kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus berupaya mencegahnya dengan sekuat tenaga. Baik melalui kekuatan, tangan, maupun lisan.

Namun harus kita pahami melawan kezaliman bukan berarti membalas perlakuan mereka dengan perbuatan yang sama. Akan tetapi melawannya dengan cara menunjukkan kepada masyarakat
Kebenaran harus tetap dipegang, kesalahan harus selalu diluruskan. Bukan malah berlindung di balik kata sabar tetapi faktanya hanya berdiam diri tanpa melakukan perlawanan.

Islam mengajarkan umat-Nya agar bijak mengelola sabar sehingga tidak terjebak pada kesabaran semu. Harus lantang menyampaikan kebenaran, harus berani mengungkap kebenaran yang tersembunyi. 

Sabar merupakan pelengkap dari sikap keteguhan dalam menyampaikan kebenaran. Kemampuan menahan emosi dan keinginan yang belum tercapai. Tidak membiasakan diri tetap diam meskipun terzalimi. Harus ada yang berani angkat bicara agar setiap Muslim bisa memosisikan dirinya agar berani mengungkap kebenaran yang telah lama terpendam.

Wallahu a'lam bishawab

















Posting Komentar

0 Komentar