Sifat Iri Merugikan Diri Sendiri



Oleh Sri Purwanti, A.Md.K.L.
(Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu)

RuangInspirasiBunda.Com-Setiap manusia diciptakan oleh Allah lengkap dengan potensi dasar masing-masing. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan, supaya bisa saling melengkapi. Namun sayang kadang masih kita temukan karena gharizah baqanya lebih dominan, sehingga muncul perasaan "lebih" dibandingkan dengan yang lain, tidak mampu menerima kekurangan diri sehingga memunculkan rasa iri terhadap orang lain yang berada di atasnya.

Padahal sifat iri bisa menimbulkan kerusakan. Bahkan memunculkan permusuhan antar sesama.

Rasa iri mulanya berawal dari kedua pandangan mata. Ketika melihat orang lain lebih mampu daripada kita. Kemudian, muncullah pemikiran iri secara berlebihan terhadap orang lain. Hingga tak jarang melakukan hal atau tindakan yang melanggar hukum, seperti kekerasan atau bahkan pembunuhahan.

Ada beberapa cara untuk mencegah sifat iri. Pertama, tidak memiliki sikap suka menjatuhkan orang lain.
 Sebab, ia tidak ingin melihat temannya menjadi lebih sukses dibandingkan dirinya.

 Kedua, menemukan jati diri sebagai seorang Muslim. Ketika memahami hakikat penciptaan juga maka akan lebih optimis dalam menjalani kehidupan. Sehingga akan merasa lebih percaya diri dalam menjalani hidup sesuai dengan apa yang dimilikinya. Karena yakin bahwa setiap orang telah mempunyai potensinya masing-masing yang bisa dimaksimalkan

Ketiga, bergaul dengan orang-orang saleh. Circle persahabatan sangat mempengaruhi kualitas mental seseorang, jika bergaul dengan orang-orang saleh niscaya akan tertuoar kesalehannya, lebih kuat mentalnya, dan terhindar dari sikap iri.

Keempat, berusaha lebih keras untuk menghindari forum ghibah. Sehingg tidak terlalu sibuk menilai kebahagiaan yang dicapai oleh orang lain, yang bisa memicu kufur nikmat dengan apa yang telah kita miliki.

Kita boleh saja membicarakan orang lain yang memiliki jabatan tinggi, rumah mewah, dan hartanya banyak, karier cemerlang. Asalkan jangan sampai membuat fitnah terhadap mereka. Kita semestinya harus menanamkan dalam jiwa kita, bahwasannya kita mampu seperti tetangga kita. Dengan membakar semangat di dalam diri, kita akan berusaha lebih keras lagi dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Bukankah Allah sudah mengatakan, Dia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang mengubahnya? Oleh sebab itu, jangan pernah berharap untuk mengubah hidup jika tidak diiringi dengan usaha.

Kelima, senantiasa bersyukur dengan semua yang kita miliki. Ketika mendapatkan cobaan maka ia harus menjalaninya dengan tabah, begitupun ketika mendapatkan rezeki, jangan lupa untuk selalu bersyukur.

Dengan begitu kita bisa terhindar dari bahaya sifat iri. Semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sehingga bisa memiliki kontrol diri yang kuat.

Wallahu a'lam bishawab


 

Posting Komentar

0 Komentar