Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita



Oleh Sri Purwanti, Amd.K.L.
(Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu)



RuangInspirasiBunda.Com-Sedih, bahagia, marah, kecewa merupakan salah satu fitrah manusia dan merupakan hal yang wajar. Kita pasti pernah merasakannya. Namun sebagai seorang Muslim kita harus memahami batas kesedihan yang diperbolehkan, sehingga tidak terlalu larut dalam kegundahan. Bahkan kadang sampi ada yang berubah sikap dan karakternya secara signifikan, karena terlalu larut dalam kesedihan yang dirasakan.

Kita harus menyadari bahwa kehidupan di dunia ini tak selamanya indah. Seperti roda yang berputar semua akan datang silih berganti, suka dan duka, bahagia kecewa. Hal ini seharusnya semakin meyakinkan kita bahwa apa yang ada di dunia ini bersifat fana. Oleh karena itu jangan sampai kita terperdaya sampai melupakan akhirat yang kekal.

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak larut dalam kesedihan yang mendalam? Pertama kita harus meyakini segala sesuatu yang menimpa kita pasti atas ijin Allah.
Dalam hidup, mustahil jika kita tidak diberikan ujian oleh Allah Swt. baik berupa masalah, berkurangnya nikmat, maupun ujian dalam bentuk lain. Kita harus meyakini bahwa semua itu merupakan tanda sayang Allah kepada hamba-Nya.

Kadang Allah berikan ujian berupa masalah bertubi-tubi supaya kita bisa bermetamorfosa menjadi pribadi yang lebih tangguh. Allah uji dengan berbagai kesedihan supaya kita tumbuh menjadi pribadi yang penuh empati dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dengan begitu kita akan merasa ringan menghadapi semua ujian yang Allah berikan kepada kita.

Kita harus yakin bahwa Allah selalu berada bersama kita dalam keadaan suka maupun duka, dan Allah akan selalu memberikan kenikmatan yang begitu besar ketika hambanya berhasil melewati ujian dikehidupan.
Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya
 مُحۡسِنٌ فَلَهٗۤ اَجۡرُهٗ عِنۡدَ رَبِّهٖ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَ
Artinya: " Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. "(QS  Al-Baqarah: 112)

Kedua selalu bercengkrama dengan Al-Qur'an. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Oleh karena itu kita harus senantiasa metadabburi Al-Qur’an dengan cara membaca,  mempelajari isinya serta mengamalkan perintah-Nya. Ketika kita kembaca Al-Qur’an dan memahami artinya hati akan menjadi tenang. 

Ketiga hindari faktor penyebab kesedihan. Tidak bisa kita mungkiri sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dengan orang lain, maka kita selaku memiliki potensi untuk bersedih karena ada yang tidak tepat dari interaksi tersebut. Misalnya kita bertemu dengan orang oportunis yang suka memanfaatkan kebaikan orang lain, bisa jadi kita bersedih karena perilaku orang tersebut. Maka akan lebih baik jika kita menjaga jarak sehingga suasana hati kita tetap bagus.

Dalam kondisi apapun kita harus selalu ingat bahwa Anda tidak pernah membiarkan kita sendirian karena selalu ada Allah yang menemani. Allah akan selalu menolong hamba yang mengingat-Nya. Maka akan lebih baik jika kita mengisi kesedihan dengan memperbanyak dzikir, menyebut asma-Nya, agar hati menjadi tenteram.

Selalu yakin bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi. Hal sesuai dengan firman Allah “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” ( QS. At-Talaq: 2)
Oleh karena itu kita tidak boleh berputus asa, karena Allah menjanjikan di jalan keluar dari setiap permasalahan.

Kita harus selalu optimis meskipun sedang ditimpa masalah bertubi-tubi. Tetap positif thinking karena bisa jadi Allah sedang mempersiapkan skenario yang indah setelah kita berhasil menyelesaikan semua masalah yang terjadi. Tetap yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita.

Wallahu a'lam bishawab

Posting Komentar

1 Komentar