Terampil Mengolah Kata, Memudahkan Proses Naik Jenjang

 


Resume pertemuan ke-25

Oleh Sri Purwanti, A. Md. K. L. 

Ruanginspirasibunda__ Alhamdulillah tidak terasa kegiatan belajar bersama KBMN PGRI batch 28 sudah sampai pada pertemuan 25 


Pada pertemuan kali ini akan ditemani oleh narasumber yang luar biasa Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd. Beliau kelahiran Surabaya, 10 Juni 1966. Seorang kepala sekolah SMAN 1 Bangil yang memulai karier sebagai PNS di pangkat II/c dan sekarang sudah mencapai golongan IV/d berkat keterampilan menulis yang beliau miliki.


Hasil karya dan penghargaan pak Imron, diantaranya: 

1. Penulis buku "Bergerilya menjadi Penulis" 

2. Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) tahun 2011, 

3. Penghargaan dari Intel Education Award dan Platinum Indonesia,

4. Penulis buku "Menulis Siapa Takut", 5. Bapak Imron Rosidi juga terbang ke Sydney dan Melbourne tahun 2011, 

Mendapat Predikat Guru Berprestasi Tingkat Nasional.

6. Beliau juga penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius,

7. Penulis buku nonfiksi yang mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim.  


 Bapak Imron menyampaikan, bahwa pada umumnya kegagalan guru meraih guru utama dikarenakan tidak bisa menulis dan meneliti. Pangkat/golongan seorang guru berbanding lurus dengan kemampuan menulis dan menelitinya. Membuat karya inovatif atau membuat karya ilmiah yang dipublikasikan. 


Poin buku atau poin pengembangan keprofesian (PPK) adalah salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam kenaikan pangkat PNS. PPK mencakup semua kegiatan yang dilakukan oleh PNS dalam rangka pengembangan kompetensi dan peningkatan kinerja, seperti pelatihan, seminar, workshop, sertifikasi, publikasi ilmiah, pengembangan produk atau layanan, dan kegiatan lain yang relevan dengan bidang tugasnya.


Beliau menegaskan poin buku memiliki bobot yang berbeda-beda tergantung pada jenis tugas atau kegiatan yang dilakukan oleh PNS tersebut. PNS dapat mengumpulkan poin buku dengan melakukan kegiatan seperti pelatihan, pengabdian masyarakat, penelitian, publikasi ilmiah, penghargaan, dan lain sebagainya.


Membuat karya inovatif sesuai lampiran Permenpan No: PER/16/M.PAN-RB/11/2009, Tanggal 10 November 2009, bahwa langkah-langkah dalam membuat karya inovatif diantaranya:

menemukan teknologi tepat guna

membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum

mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya pada tingkat nasional,

menemukan/menciptakan karya seni


PNS dapat mengumpulkan poin buku dari berbagai kegiatan yang dilakukan selama setahun, dengan jumlah poin yang berbeda-beda tergantung pada jenis dan tingkat kesulitan kegiatan. Jumlah poin buku yang harus dikumpulkan untuk kenaikan pangkat bervariasi tergantung pada pangkat yang ingin dicapai dan golongan PNS yang bersangkutan.


Narasumber menjelaskan bahwa poin buku bukan satu-satunya faktor yang dipertimbangkan dalam kenaikan pangkat PNS. Faktor lain yang juga dipertimbangkan meliputi kinerja kerja, kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan dalam bidang tugas, serta masa kerja di jabatan yang sama.


Berikut ini adalah beberapa bentuk karya publikasi ilmiah bagi PNS untuk kenaikan pangkat guru.


Presentasi di forum ilmiah

Laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Tinjauan ilmiah

Tinjauan ilmiah populer

Artikel ilmiah

Buku Pelajaran

Modul/Diktat

Buku dalam bidang pendidikan

Karya terjemahan

Buku pedoman guru

Poin buku pada kenaikan pangkat PNS (Pegawai Negeri Sipil) merujuk pada jumlah nilai yang diberikan kepada seorang PNS berdasarkan buku-buku yang telah dibacanya. Sistem ini bertujuan untuk memotivasi PNS untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pembacaan buku.


Poin buku dapat diperoleh dengan cara membaca buku-buku yang telah ditentukan oleh instansi yang bersangkutan. Setiap buku memiliki poin yang berbeda-beda bergantung pada tingkat kesulitan dan relevansinya dengan pekerjaan yang dilakukan oleh PNS tersebut.


Pada kenaikan pangkat, poin buku yang diperoleh oleh seorang PNS akan dihitung dan diperhitungkan sebagai salah satu faktor penilaian kinerja. Semakin banyak poin buku yang diperoleh, semakin besar peluang PNS tersebut untuk naik pangkat.


Poin buku pada kenaikan pangkat PNS merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh seorang PNS untuk dapat naik pangkat. Poin buku sendiri merupakan akumulasi dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh seorang PNS selama menjalankan tugasnya.


Adapun jenis kegiatan yang dapat diakumulasi menjadi poin buku antara lain:

1. Mengikuti diklat dan pelatihan yang telah disetujui oleh instansi.

2. Menjadi pengampu mata pelajaran pada satuan pendidikan atau pusat kebudayaan.

3. Menerjemahkan atau menafsirkan bahasa asing secara lisan atau tulisan.

4. Menerbitkan karya ilmiah, buku, atau artikel pada media massa yang terkait dengan tugas atau bidang kerja yang diemban.

5. Membuat kebijakan atau program kerja yang bermanfaat bagi instansi.

6. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga, atau kegiatan lingkungan.

7. Berperan serta dalam tim penilai angka kredit (TPAK) untuk menilai kinerja pegawai lainnya.


Semakin banyak kegiatan yang telah diakumulasi, maka semakin besar pula jumlah poin buku yang dimiliki oleh seorang PNS. Namun, poin buku bukan satu-satunya syarat untuk naik pangkat. PNS juga harus memenuhi persyaratan lainnya, seperti masa kerja yang telah ditetapkan dan penilaian kinerja yang baik.


Poin buku memiliki bobot yang berbeda-beda tergantung pada jenis tugas atau kegiatan yang dilakukan oleh PNS tersebut. PNS dapat mengumpulkan poin buku dengan melakukan kegiatan seperti pelatihan, pengabdian masyarakat, penelitian, publikasi ilmiah, penghargaan, dan lain sebagainya.


Membuat karya inovatif sesuai lampiran Permenpan No: PER/16/M.PAN-RB/11/2009, Tanggal 10 November 2009, bahwa langkah-langkah dalam membuat karya inovatif diantaranya:

menemukan teknologi tepat guna

membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum

mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnaya pada tingkat nasional

menemukan/menciptakan karya seni


Buku-buku yang bisa ditulis untuk memenuhi syarat kenaikan pangkat antara lain berikut ini:


1. Buku Publikasi Ilmiah


2. Buku Hasil Penelitian, dapat dilakukan dengan mengubah laporan penelitian dalam bentuk buku. Buku yang diterbitkan ber-ISBN, beredar secara nasional dan ada pengakuan dari BNSP. Pada poin ini angka kredit yang dihasilkan adalah 4.


3. Buku Pelajaran, ketentuannya adalah harus mempunyai ISBN lengkap. Buku berisi buku pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi peserta didik pada suatu jenjang pendidikan tertentu. Angka kredit yang dihasilkan jika BNSP AK 6, ber-ISBN AK 3, dan tidak ber-ISBN AK 1.


4. Buku Pengayaan, contohnya adalah modul/diktat, buku pendidikan, dan karya terjemahan. 


5. Pembuatan modul bertujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri. Sedangkan diktat bertujuan untuk mempermudah/memperkaya materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Rentang waktu pembuatan bisa per semester atau dibuat per tahun. 


Poin angka kredit yang dihasilkan jika diterbitkan pada tingkat Provinsi AK 1,5, tingkat kota/kab. AK 1, dan tingkat sekolah AK 0,5. Untuk buku bidang pendidikan merupakan buku yang berisi pengetahuan terkait dengan bidang pendidikan. Jika buku tersebut ber-ISBN AK 3, dan jika tidak ISBN AK 1,5. 


6. Karya terjemahan adalah tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran atau buku dalam bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya dari Bahasa Indonesia ke bahasa asing atau bahasa daerah yang akan digunakan untuk membantu proses pembelajaran. AK untuk karya terjemahan adalah 1.


7. Buku Pedoman Guru, Buku Pedoman Guru adalah buku tulisan guru yang berisi rencana kerja tahunan guru. Buku pedoman guru disajikan dalam bentuk makalah, diketik dan dijilid. Pada proses pengajuan naik pangkat hanya boleh 1 setiap pengajuan. Angka kredit yang dihasilkan adalah 1,5.


8. Buku Karya Inovatif

Buku kumpulan puisi, dengan ketentuan buku berisikan 20 puisi atau lebih kategori sederhana, dan lebih dari 40 puisi kategori kompleks.

Buku kumpulan cerpen, dengan ketentuan buku terdiri dari lima cerpen atau lebih kategori sederhana, dan lebih dari 10 cerpen kategori kompleks.

Buku Novel, dengan ketentuan satu novel kategori sederhana, dan dua novel kategori kompleks.


Seorang guru memang tidak harus menguasai semua bidang ilmu, namun jika terampil mengolah tulisan maka akan mempermudah proses naik jenjang.


Semangat berkarya.

Salam Literasi ✊✊✊

Posting Komentar

0 Komentar